Gerakan Jumat Berkah: Penguatan Solidaritas dan Akses Pangan bagi Masyarakat Rentan sebagai Implementasi SDG 2 dan SDG 10
Submitted by admin on Tue, 2026-01-27 09:15
Yogyakarta – Semangat kepedulian sosial ditunjukkan oleh lima mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 7, yaitu Nanik Wijayanti, Wianda Sukandari, Ardita Natalia, Nailah Azka Iftinah, dan Syalfah Oktifa Nanda, melalui kegiatan Jumat Berkah yang dilaksanakan selama tiga minggu berturut-turut. Program ini menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan kampus.
Kegiatan dimulai pada minggu pertama di kawasan Kampus Sanata Dharma. Kelompok menyasar pedagang kaki lima hingga petugas parkir. Proses pembagian berlangsung lancar, dengan respon positif dari para penerima makanan. Menurut pengakuan anggota kelompok, suasana humanis terlihat ketika beberapa penerima manfaat mengucapkan terima kasih secara langsung dan mendoakan kelancaran aktivitas para mahasiswa. Hal ini menjadi motivasi awal yang menguatkan semangat mereka untuk melanjutkan kegiatan di minggu berikutnya.
Memasuki minggu kedua, lokasi kegiatan berpindah ke lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), salah satu pusat aktivitas mahasiswa terbesar di Yogyakarta. Di area ini, kelompok menyasar kepada para pembecak. Kepadatan aktivitas di UGM membuat proses pembagian makanan berlangsung lebih cepat. Kelompok 7 menilai bahwa penyebaran di area ini memberikan pengalaman interaksi yang beragam.
Pada minggu ketiga, Kelompok 7 memperluas jangkauan dengan memilih dua titik sekaligus, yaitu kembali ke UGM dan tambahan lokasi di sekitar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pemilihan dua lokasi ini dilakukan agar kegiatan Jumat Berkah dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk pedagang kecil, serta petugas parkir di area sekitar UNY. Di titik UNY, kelompok sempat berinteraksi dengan beberapa warga yang menyampaikan bahwa kegiatan berbagi seperti ini sangat bermanfaat.
Tidak hanya kegiatan pembagiannya yang membawa pengalaman, proses persiapan juga memberikan pelajaran berharga. Mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan, pengemasan makanan, hingga pembagian tugas antaranggota dilakukan bersama-sama.“Yang paling berkesan bagi kami adalah bagaimana setiap orang mengambil peran. Dari menentukan pencarian makanan, sampai terjun ke lapangan, semuanya dilakukan dengan semangat yang sama,” ungkap salah satu anggota Kelompok 7.
Pelaksanaan Jumat Berkah ini tidak hanya memberikan manfaat kepada masyarakat, tetapi juga berdampak pada pembentukan kepekaan sosial mahasiswa. Melalui interaksi langsung, para anggota menyaksikan secara nyata kebutuhan masyarakat, dinamika lingkungan sekitar kampus, serta pentingnya kehadiran aksi kecil yang dilakukan secara konsisten.
Banyak penerima makanan yang memberikan senyum, sapaan hangat, hingga ucapan terima kasih yang sederhana namun bermakna. Momen-momen seperti inilah yang menjadi nilai tambah dari kegiatan Jumat Berkah.
Dengan selesainya kegiatan pada minggu ketiga, Kelompok 7 menyimpulkan bahwa program Jumat Berkah telah memberikan pengalaman berarti, baik sebagai bentuk pengabdian sosial maupun sarana mempererat kerjasama antaranggota. Seluruh anggota merasa bahwa aksi kecil tersebut telah memberikan dampak positif bagi masyarakat dan menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus dimulai dari hal besar.
“Kami belajar bahwa berbagi itu bukan soal jumlah, tetapi niat dan ketulusan. Semoga kegiatan sederhana ini bisa menginspirasi lingkungan sekitar,” tutup perwakilan Kelompok 7.



