Pelatihan Dokumentasi Digital Perkuat Ekosistem NUSAN Living Gallery bagi Komunitas Seni

Yogyakarta, 11 Juli 2026 – Setelah sukses menyelenggarakan pameran seni "Amba Rasa", rangkaian Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Universitas Negeri Yogyakarta berlanjut dengan kegiatan Pelatihan Dokumentasi Digital dan Pendampingan NUSAN Living Gallery bagi anggota Komunitas Sarang Seni Pengasih. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem seni berbasis teknologi melalui penguatan kapasitas seniman dalam mendokumentasikan, mengelola, dan mempublikasikan karya secara digital.

Pelatihan merupakan tindak lanjut dari penyelenggaraan pameran Amba Rasa yang sebelumnya telah memperkenalkan NUSAN Living Gallery sebagai ruang dialog seni berbasis komunitas yang mengintegrasikan pengalaman pameran fisik dengan galeri virtual. Pada tahap lanjutan ini, fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kemampuan teknis para seniman agar mampu mengelola dokumentasi digital karya secara mandiri. Pemberitaan mengenai pembukaan pameran sebelumnya telah dimuat oleh KR Jogja dengan tajuk "Pameran Amba Rasa Resmi Dibuka, NUSAN Living Gallery Hadirkan Ruang Dialog Seni Berbasis Komunitas."

Kegiatan dipimpin oleh Ketua Tim Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) UNY, Angga Sukma Permana, M.Sn., bersama tim pelaksana dari Universitas Negeri Yogyakarta. Melalui pendekatan praktik langsung (learning by doing), peserta didampingi mulai dari teknik pengambilan foto karya, pembuatan video dokumentasi singkat, penyusunan deskripsi dan metadata karya, hingga proses mengunggah seluruh konten ke website NUSAN Living Gallery.

Menurut Dr. Nova Suparmanto, M.Sc., selaku anggota tim menyampaikan bahwa penguatan kapasitas digital merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan praktik seni berbasis komunitas.

"Pameran bukanlah akhir dari proses apresiasi karya, tetapi menjadi awal dari upaya mendokumentasikan dan memperluas jangkauan karya melalui media digital. NUSAN Living Gallery diharapkan menjadi ruang hidup yang terus berkembang, mempertemukan seniman, masyarakat, dan teknologi dalam satu ekosistem yang berkelanjutan," ungkap Angga.

Selama pelatihan, seluruh peserta berhasil mempraktikkan proses dokumentasi digital secara mandiri, mulai dari pengambilan gambar hingga publikasi karya pada platform NUSAN Living Gallery. Pendampingan juga diberikan untuk memastikan kualitas dokumentasi, kelengkapan informasi karya, serta kemampuan peserta dalam mengelola galeri virtual secara berkelanjutan.

Hasil evaluasi menunjukkan respons yang sangat positif dari para peserta. Program dinilai mampu meningkatkan pemahaman mengenai dokumentasi digital, pengelolaan galeri virtual, serta pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses masyarakat terhadap karya seni. Selain itu, selama periode penyelenggaraan pameran, platform NUSAN Living Gallery berhasil mencapai 540 pengunjung virtual, sesuai dengan target awal program. Capaian tersebut menunjukkan bahwa integrasi antara pameran fisik dan platform digital mampu memperluas jangkauan apresiasi karya seni tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital di bidang seni dan budaya melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas seni, dan masyarakat. Ke depan, program pendampingan akan terus dilanjutkan melalui pengembangan fitur platform, peningkatan kapasitas komunitas, serta perluasan jejaring kolaborasi sehingga NUSAN Living Gallery dapat menjadi model pemberdayaan komunitas seni yang berkelanjutan dan dapat direplikasi oleh komunitas seni lainnya di Indonesia.