Dorong Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani, UNY Perkuat Implementasi SDG 3 dan SDG 8 Melalui Program PETAKA (Petani Tangguh Karena K3)

Dusun Polowidi, 6 September 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan Program PETAKA (Petani Tangguh karena K3) sebagai kegiatan edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi petani di Dusun Polowidi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan informasi mengenai keselamatan dan kesehatan yang berkaitan dengan aktivitas pertanian sehari-hari. Materi yang diberikan mencakup pengenalan potensi bahaya, penerapan prinsip ergonomi, penggunaan alat pertanian secara aman, Alat Pelindung Diri (APD), keselamatan penggunaan pestisida, serta tindakan tanggap darurat. Pelaksanaan kegiatan turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Foto 1. Mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta menyampaikan edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja kepada petani di Dusun Polowidi.

 

Pelaksanaan Kegiatan

Program PETAKA merupakan kegiatan edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja bagi petani (What) yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Negeri Yogyakarta dengan melibatkan 16 petani sebagai peserta (Who) pada 6 September 2026 (When) di Dusun Polowidi (Where). Kegiatan ini dilaksanakan karena aktivitas pertanian memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat memengaruhi keselamatan dan kesehatan petani, seperti postur kerja yang kurang ergonomis, aktivitas membungkuk, mengangkat dan membawa beban, penggunaan alat pertanian, paparan panas, serta risiko paparan pestisida (Why). Sebagai bentuk edukasi, mahasiswa menyampaikan materi mengenai potensi bahaya dalam aktivitas pertanian, prinsip ergonomi, penggunaan alat pertanian secara aman, APD, keselamatan penggunaan pestisida, dan tindakan tanggap darurat. Materi disampaikan melalui edukasi secara langsung, demonstrasi penggunaan APD, praktik yang diikuti peserta, diskusi dan tanya jawab, serta pembagian poster edukasi K3 (How). Dengan rangkaian tersebut, peserta memperoleh informasi mengenai penerapan K3 dan kesempatan untuk mempraktikkan penggunaan APD secara langsung.

Foto 2. Peserta mengikuti demonstrasi dan praktik penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan pendampingan mahasiswa KKN.

 

Keterlibatan dan Dampak Kegiatan

      Sebanyak 16 petani mengikuti kegiatan secara langsung dan terlibat dalam penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, serta praktik penggunaan APD. Pada materi ergonomi, peserta diberikan informasi mengenai posisi tubuh yang perlu diperhatikan dalam aktivitas seperti mencangkul, membungkuk, mengangkat, dan membawa beban. Edukasi juga membahas penggunaan alat pertanian secara aman serta pentingnya memperhatikan kondisi tubuh selama melakukan pekerjaan.

      Selain itu, mahasiswa memberikan edukasi mengenai keselamatan penggunaan pestisida. Materi yang disampaikan meliputi penggunaan APD saat mencampur dan menyemprot pestisida, membaca label sebelum penggunaan, tidak makan, minum, atau merokok saat menggunakan pestisida, memperhatikan arah angin ketika menyemprot, membersihkan diri setelah selesai bekerja, serta menyimpan pestisida di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tindakan yang perlu diperhatikan ketika terjadi kondisi darurat selama bekerja.

      Kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui demonstrasi penggunaan APD. Mahasiswa memperkenalkan jenis dan fungsi APD, kemudian memperagakan cara penggunaannya. Peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti praktik dengan pendampingan sehingga dapat melihat secara langsung penerapan penggunaan APD dalam kegiatan kerja. Diskusi dan tanya jawab juga dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada peserta menyampaikan pertanyaan berdasarkan kondisi dan pengalaman mereka dalam melakukan aktivitas pertanian.

Foto 3. Mahasiswa KKN membagikan poster edukasi K3 kepada peserta sebagai media informasi keselamatan kerja.

      Sebagai media pendukung, mahasiswa juga membagikan poster edukasi K3 kepada peserta. Poster tersebut berisi informasi mengenai potensi bahaya dalam aktivitas pertanian, langkah pencegahan K3, manfaat penerapan K3, keselamatan penggunaan pestisida, dan tindakan tanggap darurat. Pembagian poster dilakukan agar peserta memiliki media informasi yang dapat kembali dibaca setelah kegiatan selesai.

 

Keterkaitan dengan SDGs

Program PETAKA memiliki keterkaitan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, terutama melalui edukasi yang berkaitan dengan perlindungan kesehatan dan keselamatan petani. Materi mengenai ergonomi, potensi bahaya, penggunaan APD, keselamatan penggunaan pestisida, dan tanggap darurat diarahkan pada upaya meningkatkan perhatian terhadap risiko cedera, gangguan muskuloskeletal, dan paparan yang dapat membahayakan kesehatan selama melakukan aktivitas pertanian.

Program ini juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya dalam aspek kondisi kerja yang aman dan layak. Edukasi mengenai postur kerja, penggunaan alat pertanian secara aman, APD, serta pencegahan risiko saat menggunakan pestisida menjadi bagian dari upaya mendorong perhatian terhadap keselamatan dalam lingkungan kerja pertanian. Keterkaitan dengan SDG 8 dalam kegiatan ini difokuskan pada aspek keselamatan dan kondisi kerja, tanpa mengklaim adanya peningkatan pendapatan atau produktivitas yang belum diukur.

 

Penutup

Pelaksanaan Program PETAKA menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dalam memberikan edukasi K3 kepada masyarakat, khususnya petani di Dusun Polowidi. Melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik, diskusi, tanya jawab, dan pembagian poster edukasi, kegiatan memberikan ruang bagi peserta untuk memperoleh informasi mengenai keselamatan dan kesehatan dalam aktivitas pertanian sehari-hari. Program ini sekaligus mendukung implementasi SDG 3 dan SDG 8 melalui perhatian terhadap kesehatan, pencegahan risiko, serta kondisi kerja yang lebih aman bagi petani.

 

INDIKATOR SDGs

SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera

      Program PETAKA relevan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera karena kegiatan berfokus pada upaya menjaga kesehatan dan keselamatan petani dalam melakukan aktivitas pertanian. Pekerjaan pertanian memiliki berbagai potensi risiko, seperti postur kerja yang kurang ergonomis, aktivitas mengangkat dan membawa beban, penggunaan alat pertanian, serta paparan pestisida. Oleh karena itu, edukasi mengenai ergonomi, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), keselamatan penggunaan pestisida, dan tindakan tanggap darurat diberikan untuk meningkatkan perhatian petani terhadap pencegahan cedera dan gangguan kesehatan selama bekerja. Melalui materi dan praktik tersebut, Program PETAKA berkontribusi pada upaya meningkatkan perhatian terhadap aspek kesehatan dan keselamatan petani sebagai bagian dari SDG 3.

 

 

 

SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

      Program PETAKA juga relevan dengan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi karena salah satu aspek pekerjaan yang layak adalah tersedianya kondisi kerja yang aman dan sehat bagi pekerja. Dalam aktivitas pertanian, keselamatan kerja berkaitan dengan cara menggunakan alat, posisi tubuh saat bekerja, penggunaan APD, serta pencegahan risiko ketika menggunakan pestisida. Melalui edukasi dan praktik K3, Program PETAKA mendorong perhatian terhadap penerapan keselamatan dalam aktivitas kerja petani sehingga mendukung terciptanya kondisi kerja yang lebih aman dan layak. Keterkaitan dengan SDG 8 dalam kegiatan ini difokuskan pada aspek keselamatan dan kondisi kerja, bukan pada peningkatan pendapatan atau produktivitas yang belum diukur.