Fakultas Teknik Kampus Karangmalang, Yogyakarta, 55281

Klaten, 14 Maret 2026 — Kelompok Riset “Logistik dan Kesejahteraan Manusia Berkelanjutan” Program Studi Teknik Industri Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Yayasan Bina Umat Hasanah, Klaten, pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Laboratorium Ergonomi dan Desain Sistem Kerja serta Laboratorium Logistik dan Rantai Pasok Teknik Industri UNY. Program tersebut mengangkat tema “Pendampingan Literasi Teknik Industri dan Kreativitas melalui Desain Produk Ergonomis serta Rantai Pasok Sederhana di Yayasan Bina Umat Hasanah Klaten.”
Program pengabdian diketuai oleh Grahita Prisca Brilianti, S.T., M.Sc., dengan anggota tim Perdana Suteja Putra, S.T., M.T. dan Ummi Fakhriyah Jayatri, S.T., MBA., M.Sc. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan konsep-konsep dasar Teknik Industri kepada masyarakat menggunakan pendekatan yang sederhana, aplikatif, dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, peserta dikenalkan pada konsep desain produk ergonomis, yaitu proses merancang produk dengan mempertimbangkan kenyamanan, keamanan, kemudahan penggunaan, dan kebutuhan penggunanya. Peserta juga memperoleh penjelasan mengenai rantai pasok sederhana, mulai dari asal bahan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga produk sampai kepada pengguna.
Ketua program, Grahita Prisca Brilianti, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan Teknik Industri sebagai bidang keilmuan, tetapi juga mendorong peserta untuk berpikir kreatif dan sistematis dalam menyelesaikan permasalahan di sekitarnya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Teknik Industri sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Saat seseorang memikirkan apakah suatu produk nyaman digunakan, bagaimana bahan diperoleh, bagaimana proses pembuatannya, hingga bagaimana produk tersebut sampai kepada pengguna, sebenarnya ia sudah mulai mengenal cara berpikir Teknik Industri,” jelas Grahita.
Ia menambahkan bahwa pendampingan dirancang agar dapat diikuti oleh peserta dari berbagai kelompok usia. Materi disampaikan melalui contoh yang dekat dengan keseharian, diskusi interaktif, serta aktivitas kreatif yang membantu peserta memahami hubungan antara kebutuhan pengguna, rancangan produk, dan aliran proses.
Mengenalkan Desain Produk yang Nyaman dan Aman
Sebagai dosen pelaksana, Perdana Suteja Putra, S.T., M.T., menekankan pentingnya menanamkan kesadaran mengenai ergonomi sejak dini. Menurutnya, produk yang baik bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga harus aman, nyaman, dan sesuai dengan karakteristik penggunanya.
“Dalam merancang produk, kita tidak cukup hanya memikirkan bentuknya. Kita juga perlu mempertimbangkan siapa yang akan menggunakan produk tersebut, apakah ukurannya sesuai, apakah mudah digunakan, dan apakah berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan. Pemahaman sederhana seperti ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan kreativitas yang lebih bertanggung jawab,” ujar Perdana.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta melihat bahwa kreativitas bukan sekadar menghasilkan bentuk baru, tetapi juga menghadirkan solusi yang benar-benar bermanfaat bagi pengguna. Dengan demikian, peserta didorong untuk mengembangkan ide produk berdasarkan kebutuhan nyata yang mereka temui di lingkungan sekitar.
Memahami Perjalanan Produk melalui Rantai Pasok Sederhana
Sementara itu, Ummi Fakhriyah Jayatri, S.T., MBA., M.Sc., memberikan pandangan mengenai pentingnya literasi rantai pasok bagi masyarakat. Menurutnya, pemahaman tentang rantai pasok dapat membantu peserta melihat bahwa suatu produk tidak hadir secara instan, melainkan melalui rangkaian aktivitas yang saling berhubungan.
“Setiap produk memiliki perjalanan, mulai dari bahan baku, proses pembuatan, penyimpanan, hingga akhirnya diterima oleh pengguna. Melalui penjelasan rantai pasok sederhana, peserta dapat memahami pentingnya perencanaan, koordinasi, ketepatan waktu, dan kerja sama antarpihak agar suatu produk dapat tersedia dengan baik,” terang Ummi.
Ia juga menyampaikan bahwa pengenalan rantai pasok dapat melatih peserta untuk berpikir secara runtut. Peserta tidak hanya melihat hasil akhir berupa produk, tetapi juga memahami proses dan sumber daya yang diperlukan untuk menghasilkan serta mendistribusikannya.
Mendapat Sambutan Positif dari Peserta
Kegiatan ini memperoleh tanggapan positif dari warga dan peserta Yayasan Bina Umat Hasanah. Salah seorang warga, Pak Bambang, menyampaikan bahwa program tersebut memberikan wawasan baru mengenai penerapan Teknik Industri dalam aktivitas sehari-hari.
“Kegiatan ini menambah pengetahuan kami. Materinya disampaikan dengan cara yang mudah dipahami, sehingga kami mengetahui bahwa kenyamanan produk dan pengaturan alur bahan maupun proses juga perlu diperhatikan. Pengetahuan seperti ini dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari maupun saat mengembangkan usaha,” ungkap Pak Bambang.
Peserta remaja bernama Nurti juga mengaku memperoleh pengalaman baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membantu peserta memahami bahwa sebuah ide dapat dikembangkan melalui tahapan yang lebih terarah.
“Saya jadi memahami bahwa membuat produk tidak hanya tentang menggambar atau menentukan bentuk, tetapi juga harus memikirkan siapa yang menggunakannya, apakah nyaman, serta bagaimana bahan dan proses pembuatannya. Kegiatannya menarik karena kami diajak melihat suatu produk dari banyak sisi,” tutur Nurti.
Antusiasme juga terlihat dari peserta usia dini. Zayn, seorang siswa taman kanak-kanak, menyampaikan kegembiraannya setelah mengikuti aktivitas kreatif dalam kegiatan tersebut.
“Saya senang menggambar dan membuat bentuk produk. Kegiatannya seru karena bisa mencoba sendiri,” ujar Zayn.
Tanggapan dari peserta lintas usia tersebut menunjukkan bahwa literasi Teknik Industri dapat diperkenalkan secara inklusif melalui metode yang sederhana, visual, dan menyenangkan. Konsep ergonomi dan rantai pasok yang biasanya dipelajari dalam lingkungan akademik dapat diterjemahkan menjadi pengetahuan praktis yang mudah dipahami masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kelompok Riset “Logistik dan Kesejahteraan Manusia Berkelanjutan” berupaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara Laboratorium Ergonomi dan Desain Sistem Kerja serta Laboratorium Logistik dan Rantai Pasok juga menjadi bentuk integrasi keilmuan untuk mendukung pengembangan kreativitas, kenyamanan manusia, dan pengelolaan proses yang lebih baik.
Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Bina Umat Hasanah Klaten dan seluruh peserta atas sambutan serta partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terjalinnya kolaborasi berkelanjutan antara Teknik Industri UNY dan masyarakat dalam menghadirkan kegiatan edukatif yang aplikatif, inklusif, dan memberikan manfaat nyata.
Fakultas Teknik Kampus Karangmalang, Yogyakarta, 55281
Copyright © 2026,